Siap TKA?


Apa itu TKA?

Pendidikan di Indonesia terus berkembang untuk mendorong kegiatan pembelajaran yang berkualitas dan mengukur kemapuan murid dengan lebih baik. Salah satu kegiatan yang dipersiapkan oleh Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mendukung hal tersebut yaitu Tes Kemampuan Akademik (TKA).

TKA adalah asesmen standar nasional yang dirancang untuk mengukur capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu sesuai dengan kurikulum yang berlaku. TKA bersifat tidak wajib, sehingga murid memiliki kebebasan untuk mengikutinya tanpa paksaan, dan ditujukan bagi mereka yang merasa siap serta membutuhkannya. 

TKA diselenggarakan tanpa pungutan biaya, seluruh proses dibiayai oleh negara atau pemerintah daerah agar setiap murid memiliki akses yang setara tanpa hambatan ekonomi.

Tujuan TKA?

Tujuan TKA adalah menjawab tantangan penilaian yang beragam antar sekolah dengan menyediakan bentuk penguatan capaian akademik murid yang objektif dan terstandar. 

Kemudian TKA menjadi salah satu bahan pertimbangan seleksi ke jenjang pendidikan selanjutnya seperti Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan seleksi lainnya, serta menyetarakan hasil belajar jalur pendidikan formal dan nonformal.

TKA untuk jenjang SMP/MTS akan dilaksanakan pada tanggal 6-16 April 2026 dan hasilnya akan diumumkan pada tanggal 26 Mei 2026.

TKA bersifat tidak wajib, namun murid yang dapat mengikuti TKA yaitu murid dengan jenjang dan kelas berikut:

Murid SD/MI/sederajat kelas 6

  • Murid SMP/MTS/sederajat kelas 9
  • Murid SMA/MA/Sederajat dan SMK/MAK kelas 12
  • Murid SMK/MAK kelas 13 program 4 tahun

  • Hasil TKA untuk SMP/MTS?

Hasil TKA dapat digunakan untuk masuk ke SMA/ SMK melalui jalur prestasi (akan menyesuaikan kebijakan masing-masing pemerintah daerah).


sumber: https://pusatinformasi.rumahpendidikan.kemendikdasmen.go.id/


Kurikulum Berubah? Siapa Takut ...

Apa itu Kurikulum?

Melalui kurikulum, pengalaman belajar siswa dibentuk dari titik awal hingga akhir. Kurikulum diibaratkan sebagai jantung pendidikan, jika jantungnya lemah, maka proses penyaluran darah tidak lancar, dan bisa berakibat fatal. 

Ralph W. Tyler, Basic Principles of Curriculum and Instruction

Ralp W Tyler dalam bukunya Basic Principles of Curriculum and Instruction mengungkapkan setidaknya ada 4 komponen dalam kurikulum, yaitu: (1) Tujuan, (2) Konten, (3) Metode/Cara, dan (4) Evaluasi.

Umumnya beberapa negara mengklasifikasikan komponen kurikulum menjadi tiga bagian, yaitu: Tujuan pembelajaran/konten, panduan pedagogi, dan panduan asesmen. Komponen itu dapat kita gunakan dalam mendesain kurikulum dan pembelajaran berdasarkan kebutuhan murid. Mulai dari kompetensi apa yang akan dimiliki murid sampai proyeksi masa depan dan bagaimana cara mewujudkan atau mencapai kompetensi tersebut. Dengan begitu sangat jelas bahwa murid menjadi acuan atau 'core' dari kurikulum itu sendiri. Maka Kemerdekaan murid dalam belajar adalah jantung pengembangan kurikulum.

Peran dan Fungsi Kurikulum

Kurikulum adalah salah satu komponen penting dalam sistem pendidikan nasional. Kurikulum berperan sebagai pedoman dan acuan kita dalam pembelajaran. Maka Fungsi kurikulum bagi guru adalah untuk memandu dalam proses belajar murid. Peran dan fungsi kurikulum dapat kita optimalisasi dalam kerangka: (1) Mewariskan nilai dan budaya masyarakat yang relevan dengan masa kini, (2) Mengembangkan sesuatu yang dibutuhkan saat ini dan masa depan, (3) Menilai dan memilih sesuatu yang relevan atau kontekstual sebagai kontrol sosial.

Kurikulum nasional perlu disesuaikan dengan kebutuhan satuan pendidikan, oleh sebab itu  pengembangan kurikulum diperlukan di setiap satuan pendidikan. Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai zamannya.

Proyeksi Pendidikan OECD 2030

- Kognitif

- Sikap

- Psikomotorik

Sumber : https://canicollege.com/the-oecd-learning-compass-2030/

Saat ini, kualitas literasi dan numerasi, kesehatan mental dan sosial emosional murid merupakan fondasi atau prasyarat yang diperlukan murid, untuk membangun kompetensi transformatif dengan siklus belajar Antisipasi-Aksi-Refleksi menuju pembelajar sepanjang hayat. Transformasi pembelajaran dengan paradigma baru menekankan pada penguatan kompetensi dan materi esensial atau bermakna. Bukan banyaknya materi/konten, tetapi esensial dalam pembelajaran yang dilaksanakan secara mendalam. Dan yang tidak kalah penting transformasi pembelajaran murid berfokus pada pengembangan karakter berdasarkan nilai-nilai Pancasila untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila melalui pembelajaran berbasis projek. Dengan demikian murid dapat memberikan dampak positif bagi dirinya sendiri dan lingkungannya kelak. 

Mengapa Kurikulum Perlu Diubah?

Saat ini berbagai isu baru seperti: perubahan iklim global, teknologi digital, industri multinasional, transformasi budaya menuntut satuan pendidikan menyiapkan kurikulum yang membantu murid menghadapi dunianya yang penuh tantangan. Kurikulum bersifat dinamis dan terus membagikan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid demi membangun kompetensi sesuai kebutuhan mereka kini dan di masa depan.

   

Dulu murid mencari informasi sebagai referensi dalam mengerjakan tugas hanya terbatas pada buku-buku yang ada di perpustakaan, kini murid dapat menjangkau berbagai materi bacaan melalui internet, termasuk referensi dari perpustakaan-perpustakaan digital. Menurut Ki Hajar Dewantara, maksud "Pendidikan adalah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya, baik sebagai manusia, maupun anggota masyarakat". Maka demi menuntun kodrat murid-murid kita, pembelajaran, termasuk kurikulum yang kita selenggarakan juga harus terus menyesuaikan dengan kebutuhan mereka. Sebagai guru harus terus belajar untuk mengikuti dan memahami tren kehidupan murid kita yang tergolong generasi Z dan alpha.
 
Berbagai penelitian menyampaikan bahwa mereka sulit dipisahkan dengan media sosial. Hal ini dapat dimanfaatkan guru untuk mencapai tujuan pembelajaran, misalnya dengan meminta murid membuat dan mengumpulkan tugas melalui aplikasi digital. Perlunya peran orang tua, masyarakat, dan sekolah dalam mewujudkan kurikulum yang berpihak pada murid. Mereka yang disebut sebagai tiga pilar pendidikan

Jadi, jangan lagi anti terhadap perubahan kurikulum baru yaa...
Mari tetap bersemangat menghadapi dan menjadi bagian dari perubahan ke arah yang lebih baik.

Menurut Bapak/Ibu/Saudara, Mengapa Kurikulum perlu Berubah? Silahkan memberikan jawaban di kolom komentar yaa... terima kasih.




PROSES PRODUKSI KERAJINAN BAHAN LUNAK



Beragam benda kerajinan dari bahan lunak alam dan buatan dapat diciptakan dan dibuat berdasarkan bentuk dan bahan yang digunakan. Bahan-bahan yang digunakan dapat dipilih berdasarkan jenis dan karakteristik masing-masing. 

Sebelum membuat kerajinan, perlu dipahami dahulu seperti apa membuat karya yang berkualitas, maka proses penciptaanya harus mengacu pada persyaratan. Adapun syarat-syarat perancangan benda kerajinan sebagai berikut:

1. Kegunaan (utility)

2. Kenyamanan (comfortable)

3. Keluwesan (flexibility)

4. Keamanan (safety)

5. Keindahan (aestetic)

Karya yang baik dapat dihasilkan dengan proses perancangan yang baik pula. Oleh sebab itu, proses perancangan karya kerajinan harus memperhatikan hal-hal berikut.

1. Tentukan bahan

2. Cari ide dari berbagai sumber

3. Buat sketsa karya

4. Tentukan sketsa terbaik

5. Kumpulkan alat dan bahan

6. Pemanfaatan produk

7. Evaluasi/uji coba produk

8. Revisi produk


Kerjakan tugas berikut ini di buku prakarya!

Jelaskan tentang 5 (lima) syarat-syarat perancangan benda kerajinan!

Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan



Tahukah kalian olahan makanan dari hasil peternakan dan perikanan? Olahan makanan dari hasil peternakan dan perikanan di Indonesia sangat beragam. Selain diolah menjadi makanan siap saji, bahan pengolahan dari perikanan dan peternakan juga dapat diolah menjadi olahan pangan setengah jadi. 

A. Pengolahan Hasil Peternakan dan Perikanan menjadi Makanan Siap Saji

Daging merupakan bahan olahan lunak dari tubuh hewan yang terbungkus dan melekatnya pada tulang menjadi bahan olahan bahan pangan. Daging dibedakan menjadi dua, yaitu daging warna merah dan putih. Daging warna merah berasal dari hewan berkaki empat seperti sapi, kambing, onta, dan kerbau. Adapun daging warna putih berasal dari hewan yang berkaki dua seperti unggas, seperti ayam, bebek, burung, dan lain-lain.

1. Jenis ikan, udang, cumi-cumi, rumput laut, daging, telur, dan susu

Tugas Kalian silahkan jawab di kolom komentar, sebutkan nama dan kelas
1. Sebutkan jenis ikan perairan air tawar, payau dan perairan laut!

KERAJINAN BAHAN LUNAK (KELAS 8)

Prinsip Kerajinan Bahan Lunak




Kerajinan adalah semua aktivitas yang berhubungan dengan pembuatan suatu barang bernilai seni atau memiliki fungsi tertentu yang dihasilkan melalui keterampilan tangan (kerajinan tangan).

1. Pengertian Kerajinan Bahan Lunak

Kerajinan bahan lunak adalah produk kerajinan berbahan dasar yang bersifat lunak, yaitu lentur, lembut, empuk, dan mudah dibentuk. Produk yang dihasilkan antara lain, bingkai foto, hiasan, gantungan kunci dan lainnya. 

2. Prinsip Kerajinan Bahan Lunak

Di dalam pembuatan kerajinan bahan lunak terdapat tiga prinsip, yaitu prinsip keterampilan tangan, keterampilan teknik, dan prinsip tradisional.

a. Prinsip Keterampilan Tangan

Di dalam prinsip ini, proses pembuatan kerajinan bahan lunak menggunakan tangan-tangan andal sebagai tenaga manual pembuatan kerajinan, walaupun kerajinan yang dibutuhkan banyak.  

b. Prinsip Keterampilan Teknik

Di dalam prinsip ini, pembuatan kerajinan dilakukan terus menerus berdasar kecakapan teknik. Biasanya kerajinan memiliki ciri khas tertentu, detail, dan terkesan rumit. 

c. Prinsip Tradisional

Di dalam prinsip ini, kerajinan lebih mengutamakan nilai guna praktis yang bersifat umum, namun masih dipengaruhi nilai-nilai tradisional maupun adat istiadat sekitar.


Peralatan dan Bahan untuk Pembuatan Peralatan TIK

 Beberapa peralatan utama untuk membuat produk TIK sebagai berikut:


a. Bor

Bor berfungsi untuk membuat atau memperbesar lubang

b. Gergaji

Gergaji adalah alat yang digunakan untuk memotong atau mengurangi ketebalan suatu benda.



c. Tang

Tang adalah alat yang digunakan untuk mencengkeram dan memotong benda.



d. Palu

Palu atau martil adalah alat yang digunakan untuk memberikan tumbukan pukulan pada benda



e. Gunting Seng

Gunting seng adalah alat yang digunakan untuk memotong seng atau sejenisnya.



f. Ketam

Ketam berfungsi untuk memperhalus permukaan kayu.



Instalasi Listrik Rumah Tangga

Instalasi adalah suatu rangkaian yang menghasilkan sebuah aliran listrik, bisa berupa sebuah lampu ataupun sumber listrik. Instalasi listrik terdiri dari sebuah sakelar, stopkontak, dan lampu secara sederhana, input sakelar dapat sumber fasa kemudian outputnya menuju ke beban di mana beban itu adalah lampu, dan harus ada kabel netral dilampu. Sehingga lampu tersebut akan menyala apabila sakelar di "ON" kan.

1. Komponen Instalasi Listrik

Berikut akan disajikan mengenai fungsi dan jenis peralatan listrik secara umum:

a. Bargainser



Bargainser merupakan alat yang berfungsi sebagai pembatas daya listrik yang masuk ke rumah tinggal dan juga berfungsi sebagai pengukur jumlah daya listrik yang digunakan di rumah tinggal tersebut. Ada beberapa batasan daya yang dikeluarkan oleh PLN untuk dikonsumsi yaitu 220 VA, 450 VA, 900 VA, 1.300 VA, dan 2.200 VA.

Bargainser memiliki 3 bagian utama, yaitu:

  • MCB (Miniatur Circuit Breaker), berfungsi untuk memutuskan aliran daya listrik secara otomatis jika daya yang dihantarkan melebihi nilai batasannya.
  • Meter listrik atau kwh meter, berfungsi untuk mengukur besaran daya yang digunakan oleh rumah tinggal tersebut dalam satuan kWh (kilowatthour). Meter listrik berupa deretan angka secara analog ataupun digital yang akan berubah sesuai penggunaan daya listrik. 
  • Spin Control, merupakan alat kontrol penggunaan daya dalam rumah tinggal dan akan selalu berputar selama ada daya listrik yang digunakan. Perputaran spin kontrol semakin cepat jika daya listrik yang digunakan juga semakin besar, sebaliknya akan melambat jika daya listrik yang digunakan juga berkurang atau sedikit.
  • Pada kanal output bargainser biasanya terdapat 3 kabel yaitu kabel fasa, kabel netral, dan kabel ground yang dihubungkan ke tanah. Listrik dari PLN harus dihubungkan dengan bargainser terlebih dahulu sebelum masuk ke instalasi rumah tinggal.

b. Pengaman Listrik

Instalasi listrik rumah tinggal pun membutuhkan pengaman yang berfungsi untuk memutuskan rangkaian listrik apabila terjadi gangguan pada instalasi listrik rumah tinggal, seperti gangguan hubungan arus pendek atau short sirkuit atau korsleting. 

Terdapat 2 jenis pengaman listrik pada instalasi listrik rumah tinggal, yaitu:

  • Pengaman lebur biasa atau biasa disebut sekering, alat pengaman ini bekerja memutuskan rangkaian listrik dengan cara meleburkan kawat yang ditempatkan pada suatu tabung apabila kawat tersebut dialiri arus listrik dengan ukuran tertentu.


  • Pengaman listrik thermos, biasa disebut MCB, merupakan alat pengaman yang akan memutuskan rangkaian listrik berdasarkan panas.


c. Sakelar




Sakelar atau switch merupakan komponen instalasi listrik yang berfungsi untuk menyambung atau memutuskan aliran listrik pada suatu penghantar.

Berdasarkan tegangan, sakelar dapat dibedakan menjadi:

  • Sakelar tegangan rendah
  • Sakelar tegangan menengah
  • Sakelar tegangan tinggi atau sangat tinggi
Sedangkan berdasarkan tempat dan pemasangannya, sakelar dapat dibedakan menjadi:
  • Sakelar in-bow, sakelar yang ditanam di dalam tembok
  • Sakelar out-bow, sakelar yang dipasang pada permukaan tembok.
Sakelar berdasarkan fungsinya, yaitu:
  • Sakelar on-off, merupakan sakelar yang bekerja menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on, sedangkan untuk memutuskan arus listrik tombolnya ditekan pada posisi off.
  • Sakelar push on, merupakan sakelar yang menghubungkan arus listrik jika tombolnya ditekan pada posisi on akan secara otomatis memutuskan arus listrik. Ketika tombolnya dilepas dan kembali ke posisi off dengan sendirinya. Biasanya sakelar ini digunakan untuk sakelar bel rumah.
Sakelar berdasarkan jenis perunitnya, dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
  • Sakelar tunggal, merupakan sakelar yang hanya mempunyai satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber listrik, serta kanal output yang terhubung dengan beban listrik/alat listrik yang digunakan.
  • Sakelar majemuk, merupakan sakelar yang memiliki satu buah kanal input yang terhubung dengan sumber arus listrik, namun memiliki banyak kanal output yang terhubung dengan beberapa beban/alat listrik yang digunakan. Jumlah kanal output tergantung dari jumlah tombol pada sakelar tersebut.

d. Stop Kontak



Stop kontak atau biasa disebut outlet, merupakan komponen listrik yang berfungsi sebagai muara hubungan antara alat listrik dengan aliran listrik. Agar alat listrik terhubung dengan stop kontak, maka diperlukan kabel dan steker atau colokan yang akan ditancapkan pada stop kontak

e. Steker



Steker atau staker atau yang sering disebut colokan listrik, karena memang berupa 2 buah colokan berbahan logam dan merupakan alat listrik yang berfungsi untuk menghubungkan alat listrik dengan aliran listrik, ditancapkan pada kanal stop kontak sehingga alat listrik tersebut dapat digunakan.

Berdasarkan fungsi dan bentuknya, steker memiliki 2 jenis, yaitu:

  • Steker kecil, merupakan steker yang digunakan untuk menyambung alat-alat listrik berdaya rendah, misalnya lampu atau radio kecil dengan sumber listrik atau stop kontak.
  • Steker besar, merupakan steker yang digunakan untuk alat-alat listrik yang berdaya besar, misalnya lemari es, microwave, mesin cuci. Steker ini dilengkapi dengan lempeng logam untuk kanal ground yang berfungsi  sebagai pengaman.

f. Kabel



Kabel listrik merupakan komponen listrik yang berfungsi untuk menghantarkan energi listrik ke sumber-sumber beban liatrik atau alat-alat listrik.

Demikian sekilas pengenalan peralatan-peralatan listrik untuk instalasi listrik rumah tinggal, keterangan fungsi, bentuk/konstruksi dan cara kerja dari masing-masing alat merupakan penjelasan umum.


Siap TKA?

Apa itu TKA? Pendidikan di Indonesia terus berkembang untuk mendorong kegiatan pembelajaran yang berkualitas dan mengukur kemapuan murid den...