Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud RI) mencanangkan program "Belajar dari Rumah" dan menayangkannya di saluran televisi pemerintah, TVRI setiap hari sejak pandemi covid-19 mengharuskan semua anak “sekolah” di rumah. Ini berarti untuk bisa bertukar materi pelajaran, setiap keluarga harus memiliki minimal satu televisi dan sambungan listrik memadai. Di Ibukota dan kota besar lainnya di Indonesia, sekolah-sekolah mengandalkan jaringan internet untuk tetap menjalankan kegiatan belajar-mengajarnya. Namun bagaimana dengan anak-anak di pelosok, yang tanpa adanya wabah korona pun, sudah menggantungkan hidupnya di seutas tali yang terbentang di atas sungai, berjalan puluhan kilometer, mendaki gunung, lewati lembah, agar tiba di sekolah? Apakah mereka bisa belajar dari rumah melalui televisi, bahkan internet, sementara akses telekomunikasi dan listrik pun tak sampai?
Tampilkan postingan dengan label Yuuk Belajar di Rumah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yuuk Belajar di Rumah. Tampilkan semua postingan
Yuuk, Belajar di Rumah
Langganan:
Postingan (Atom)
AMERICANO
“Ayuk Lisa, kau pasti bisa mengerjakan kembali, dan pasti nilainya akan lebih baik”, Irfan menyemangatiku. Meski hanya lewat dunia maya, ...
-
Assalamu'alaikum wr.wb. Semangat Pagi Semua, Semoga Selalu Sehat Sebelum kegiatan pembelajaran semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021, ...
-
A. Pengertian Hasil Samping Tanaman serealia, kacang-kacangan, dan umbi ditanam untuk memenuhi kebutuhan pangan. Hasil utama dari tanaman t...
-
TUJUAN PEMBELAJARAN: 1. Peserta didik mampu mengidentifikasi karakteristik unsur pembangun cerita fantasi. 2. Peserta didik mampu mengidenti...
